MTs Negeri 3 Purbalingga dan Puskesmas Bukateja Gelar Orientasi Fasilitasi First Aider (P3LP), 50 Siswa Dibekali Keterampilan Tolong Diri dan Sesama

PURBALINGGA — MTs Negeri 3 Purbalingga menggelar kegiatan Orientasi Fasilitasi Pelaksanaan First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bekerjasama dengan Puskesmas Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa yang disiapkan menjadi first aider atau penolong pertama sebaya dalam menghadapi persoalan kesehatan jiwa di lingkungan madrasah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya promosi kesehatan jiwa yang tengah digalakkan Kementerian Kesehatan RI melalui program P3LP, sebuah bentuk dukungan psikologis dasar yang dapat diberikan oleh siapa saja setelah mendapatkan pelatihan, tanpa harus menjadi tenaga profesional kesehatan jiwa. Program ini menyasar berbagai tatanan, mulai dari sekolah, kampus, tempat kerja, hingga masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan jiwa pada remaja.

Dalam orientasi ini, para siswa dibekali pemahaman mengenai literasi kesehatan jiwa dasar, ciri-ciri remaja yang mengalami tekanan psikologis, serta cara memberikan pertolongan pertama secara tepat melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan terminasi. Ketiga tahapan tersebut dijalankan dengan mengedepankan tiga prinsip dasar, yaitu memperhatikan, mendengarkan, dan menghubungkan, agar teman sebaya yang sedang mengalami masalah dapat merasa didengar dan terarah ke bantuan yang tepat.

Petugas promosi kesehatan Puskesmas Bukateja yang menjadi fasilitator dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa keberadaan first aider di sekolah sangat penting mengingat siswa lebih sering berinteraksi dengan teman sebayanya dibandingkan dengan tenaga profesional. Dengan bekal keterampilan P3LP, siswa diharapkan mampu menjadi pihak pertama yang peka dan responsif ketika ada teman yang menunjukkan tanda-tanda stres berat, sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Pihak madrasah menyambut baik pelaksanaan orientasi ini dan berharap program tersebut dapat berkelanjutan, mengingat isu kesehatan mental remaja menjadi perhatian bersama di lingkungan pendidikan. Para siswa yang telah mengikuti orientasi ini nantinya akan tergabung dalam tim atau satuan tugas (satgas) kesehatan jiwa di sekolah, yang bertugas melakukan pemetaan kondisi kesehatan mental warga sekolah serta menjadi penghubung antara siswa dan layanan rujukan, seperti guru bimbingan konseling maupun tenaga kesehatan di Puskesmas Bukateja.

Melalui sinergi antara Puskesmas Bukateja dan MTs Negeri 3 Purbalingga ini, diharapkan tumbuh budaya madrasah yang lebih peduli terhadap kesehatan jiwa, sekaligus mem  perkuat jejaring rujukan kesehatan mental dari Tingkat madrasah hingga fasilitas kesehatan primer.