10 Calon Pramuka Garuda MTsN 3 Purbalingga Jalani Penilaian Kwarran Bukateja

 Purbalingga – Suasana MTs Negeri 3 Purbalingga pada Kamis, 20 November 2025 tampak berbeda. Sepuluh peserta didik penggalang putri kelas 9 dari kelas A, B, dan C mengikuti visitasi dan penilaian calon Pramuka Garuda yang dilaksanakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Bukateja di Gugus Depan 10.515–10.516 pangkalan MTsN 3 Purbalingga.

Kegiatan ini merupakan tahapan penting bagi para penggalang untuk meraih tingkatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka, yaitu Pramuka Garuda. Sebelumnya, para peserta telah melalui proses pembinaan dan kenaikan tingkat dari Ramu, Rakit, hingga Terap sebelum akhirnya berkesempatan diuji untuk mencapai tingkatan Garuda.

Visitasi dan penilaian dilakukan oleh lima orang penguji yang terdiri atas unsur Kwarran Bukateja, pembina Pramuka, dan tokoh masyarakat. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kepribadian, akademik, hingga kecakapan kepramukaan.

Pada aspek kepribadian, para calon Pramuka Garuda dinilai dari sikap, karakter pribadi, kedisiplinan, keagamaan, kepedulian sosial, kepemimpinan (leadership), dan kemampuan bekerja sama dalam tim (teamwork). Aspek akademik meliputi prestasi belajar di sekolah serta prestasi non-akademik yang pernah diraih siswa.

Sementara itu, pada aspek kecakapan kepramukaan, penguji menilai penguasaan Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), penguasaan perangkat komputer, serta hasil-hasil hasta karya yang telah dibuat para peserta. Berbagai portofolio dan karya ditampilkan sebagai bukti kesungguhan para calon Pramuka Garuda dalam menekuni kegiatan kepramukaan.

Unik dan menariknya, proses penilaian kepribadian juga melibatkan orang tua atau wali peserta. Para wali mendampingi saat penilaian karena karakter yang dinilai tidak hanya saat di sekolah atau ketika kegiatan Pramuka, tetapi juga perilaku sehari-hari di rumah. Dengan demikian, penguji mendapatkan gambaran kepribadian siswa secara lebih menyeluruh.

“Kami ingin memastikan bahwa calon Pramuka Garuda tidak hanya unggul dalam keterampilan dan pengetahuan kepramukaan, tetapi juga berakhlak baik dan berkarakter kuat, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat,” demikian garis besar penjelasan dari tim penguji Kwarran Bukateja dalam kegiatan tersebut.

Salah satu peserta, Alifatus Syafa’ah dari kelas 9B, mengaku senang sekaligus tegang mengikuti penilaian ini.

“Saya merasa bangga bisa sampai tahap ini. Awalnya deg-degan karena diuji langsung oleh penguji dari Kwarran, pembina, dan tokoh masyarakat. Tapi saya jadi termotivasi untuk terus berlatih dan menunjukkan bahwa Pramuka mengajarkan saya disiplin, percaya diri, dan berani mencoba hal baru,” ujar Alifatus Syafa’ah.

Pihak madrasah berharap, melalui kegiatan ini, akan lahir Pramuka Garuda yang tidak hanya menjadi kebanggaan Gugus Depan dan madrasah, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi teman sebaya dalam sikap, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat.